BisnisFinanceTren

Saham BBCA Dijual Investor Asing Senilai Rp 3,14 Triliun

264
×

Saham BBCA Dijual Investor Asing Senilai Rp 3,14 Triliun

Share this article
saham bbca

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali jadi sorotan di pasar modal. Sejak awal pekan ini, saham BBCA justru menjadi yang paling banyak dilepas asing. Data perdagangan mencatat, sepanjang 1-3 September 2025, aksi jual asing di saham bank milik Grup Djarum tersebut mencapai Rp 3,14 triliun.

Dalam periode itu, investor asing melego BBCA dengan total nilai Rp 5,22 triliun, sementara pembelian hanya sebesar Rp 2,08 triliun. Dari transaksi tersebut, rata-rata harga jual berada di level Rp 7.917, sedangkan rata-rata harga beli tercatat Rp 7.946.

Tekanan jual paling tajam terjadi pada Senin (1/9/2025). Saat itu, asing melakukan net sell hingga Rp 1,6 triliun. Harga BBCA pun sempat merosot ke level 7.600, sebelum akhirnya ditutup melemah 0,93% di posisi 8.000.

Aksi jual masif dalam tiga hari terakhir otomatis mempertebal akumulasi net foreign sell BBCA sepanjang tahun ini. Sampai saat ini, saham unggulan sektor perbankan tersebut masih menempati posisi teratas sebagai saham yang paling banyak dilepas asing, dengan nilai mencapai Rp 23,27 triliun.

Kondisi BBCA pun kontras dengan IHSG. Jika IHSG sepanjang tahun berhasil melesat 10,09% dan bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi 7.952,09 pada 28 Agustus 2025, maka BBCA justru masih terjebak dalam tren koreksi. Tercatat, saham ini sudah terkoreksi 19,44% sejak awal tahun, dengan penutupan terendah menyentuh level Rp 7.775.

Di sisi lain, jangan lupakan bahwa dua konglomerat, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono, merupakan pengendali utama BBCA. Melalui PT Dwimuria Investama, keduanya memegang 54,94% saham BBCA. Selain itu, masing-masing juga tercatat memiliki kepemilikan langsung sebesar 0,02%.

Oleh karena itu, walau tekanan jual asing terus membebani harga, kendali BBCA masih kokoh di genggaman pemegang saham utama. Bagi investor domestik, fenomena ini bisa dibaca sebagai peluang sekaligus peringatan: apakah tren jual asing akan berlanjut, atau justru menjadi momen akumulasi di harga yang lebih rendah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *