Beberapa hari ini, dunia dikabarkan dengan peperangan yang kembali terjadi antara konflik hamas dan Israel, yan memicu pro kontra dari berbagai kalangan. Perlu kamu tahu, Hamas adalah singkatan dari Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah, yang berarti Gerakan Perlawanan Islam.
Hamas didirikan pada tahun 1987 sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi Islam yang berpusat di Mesir. Hamas bertujuan untuk menghapuskan negara Israel dan mendirikan negara Islam di wilayah Palestina. Dan Hamas juga menolak Perjanjian Oslo tahun 1993, yang mengakui hak Israel untuk berdiri sebagai negara.
Kamu mungkin penasaran, mengapa selalu ada konflik hamas dan Israel yang terus menurus. Kira-kira apa alasannya? Baik, langsung saja intip pembahasannya di bawah ini.
Sejarah Konflik dengan Israel
Hamas dan Israel telah berperang empat kali dan berbagai operasi lainnya di Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai oleh Hamas sejak tahun 2007. Konflik pertama terjadi pada tahun 2008-2009, ketika Israel melancarkan serangan udara dan darat untuk menghentikan peluncuran roket oleh Hamas.
Konflik kedua terjadi pada tahun 2012, ketika Israel membunuh pemimpin militer Hamas, Ahmed Jabari, dan memicu serangan balasan oleh Hamas. Kemudian, konflik ketiga terjadi pada tahun 2014, ketika Israel menyerang Gaza untuk menghancurkan terowongan bawah tanah yang digunakan oleh Hamas untuk menyelundupkan senjata dan militan.
Dan konflik keempat terjadi pada tahun 2021, ketika ketegangan meningkat di Yerusalem Timur karena penggusuran warga Palestina dan bentrokan di Masjid Al-Aqsa. Hamas memulai serangan roket ke Israel, yang dibalas dengan serangan udara oleh Israel.
Dampak Konflik Terbaru
Konflik terbaru antara Hamas dan Israel telah berlangsung selama enam hari sejak Sabtu, 7 Oktober 2023. Berikut adalah beberapa fakta dan dampak dari konflik tersebut:
- Hamas telah meluncurkan lebih dari 5.000 roket ke arah Israel, termasuk ke kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem.
- Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara ke Jalur Gaza, menargetkan infrastruktur, markas, dan pemimpin Hamas.
- Sekitar 700 orang tewas di Israel, termasuk warga sipil dan tentara. Puluhan orang lainnya disandera oleh militan Hamas yang berhasil menyusup ke wilayah Israel.
- Sekitar 500 orang tewas di Gaza, sebagian besar warga sipil. Ribuan orang lainnya terluka atau mengungsi akibat serangan Israel.
- Rusia dan Iran diperkirakan akan diuntungkan dari konflik ini, karena mereka dapat memperkuat pengaruh mereka di kawasan dan mendukung sekutu-sekutu mereka seperti Suriah dan Hizbullah.
- Arab Saudi telah menyatakan dukungan untuk Palestina, dan berbicara dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas melalui telepon. Arab Saudi juga menyerukan gencatan senjata segera dan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik.
Konflik Terbaru antara Hamas dan Israel
Konflik terbaru antara Hamas dan Israel dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur, khususnya di sekitar Masjid Al-Aqsa, yang merupakan tempat suci bagi umat Islam dan Yahudi. Beberapa faktor yang menyebabkan ketegangan tersebut adalah:
- Rencana penggusuran warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah oleh pengadilan Israel, yang dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional oleh PBB dan negara-negara lain.
- Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan, yang melukai ratusan orang dan merusak properti.
- Seruan Hamas untuk mengadakan “Hari Kemarahan” pada 7 Oktober 2023, yang bertepatan dengan peringatan tahunan penyerbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa pada tahun 2000.
- Provokasi dari kelompok-kelompok sayap kanan Israel, seperti Mizrachi dan Lehava, yang berusaha memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan aksi-aksi anti-Palestina..












